ALLAH MASIH MELAKUKAN MUJIZAT

HE STILL MOVES STONES yang dalam bahasa Indonesianya ALLAH MASIH MELAKUKAN MUJIZAT, merupakan buku Max Lucado ketiga yang aku baca. Sebenarnya aku akan lebih suka kalau judulnya tetap HE STILL MOVES STONES, karena membawa-bawa buku bertuliskan ALLAH MASIH MELAKUKAN MUJIZAT ke mana-mana (aku memang mengkonsumsi buku dalam perjalananku berangkat dan pulang ke dan dari kantor), agak-agak kurang enak. Bukan karena malu mengakui TUHAN, tapi takut kalau justru jadi batu sandungan.

Di bab pertama dalam buku bersampul biru dengan tebal 296 halaman ini, Max bercerita mengenai galeri seni yang menampilkan dua lukisan yang berbeda dari beberapa karakter: before dan after. Sebuah pengantar yang awalnya sulit aku tangkap, yang membuat aku berpikir bahwa di bukunya yang satu ini Max mencoba untuk lebih puitis dan berbahasa sastra. Tetapi ternyata tidak demikian, karena galeri yang diceritakan di awal ini merupakan sebuah pintu masuk yang menggambarkan bahwa HE still moves stones.

Menelusuri bagian-bagian selanjutnya dari buku ini, akhirnya kudapati bahwa ternyata gambaran sastra Max yang agak sulit hanya ada di bab satu. Di bab-bab selanjutnya sampai ke kurang lebih sepuluh persen awal buku ini kurang membangkitkan gairah untuk dibaca, namun selanjutnya, bahasanya mengalir, sebagaimana Max biasa berbahasa: sederhana tapi indah, menikam langsung ke hati, nyata, dan menjadi Rhema bagi yang membaca (terima kasih buat Roh Kudus yang menjadikannya demikian).

Buku ini mengupas pengalaman iman banyak tokoh alkitab yang merasakan mujizat Tuhan. Pengalaman tokoh-tokoh alkitab yang dipaparkan Max dengan gaya khasnya hampir semuanya adalah cerita yang seringkali dibawakan oleh banyak pembicara, namun kupasan yang diberikan Max di sini sungguh-sungguh jarang, bahkan mungkin belum pernah dikhotbahkan. Bagi yang sering membaca buku-buku Max pasti akan langsung mengerti apa yang aku maksud di sini. Yah, Max memang ahli dalam hal ini.

Semakin ke belakang, buku ini semakin menarik perhatian! Dan di bagian akhir buku baru aku mengerti bahwa galeri yang digambarkan di muka adalah galeri yang berisi gambar tentang tokoh-tokoh alkitab yang diulas oleh Max. Gambar mengenai murid Yesus yang before: frustasi karena Guru luar biasa yang mereka cintai mati dibunuh, after: berubah menjadi berapi-api mengabarkan injil setelah Sang Guru datang dan menunjukkan kuasaNya bahwa DIA benar-benar telah bangkit mengalahkan maut, gambar mengenai Maria dan Marta yang before: sangat bersusah hati karena adiknya Lazarus harus mati, yang sebenarnya bisa saja diselamatkan apabila sahabat mereka yang penuh kuasa langsung datang menengok dan menyembuhkan, yang kemudian berubah menjadi after: raut-raut sukacita tiada tara karena Lazarus bangkit, hanya dengan perkataan sang sahabat, gambar mengenai Petrus yang before: sangat hancur hati penuh penyesalan karena telah menyangkali Sang Juruselamat di hadapan mukaNya, yang berubah menjadi after: sukacita pertobatan luar biasa karena Sang Juruselamat mau mendatangi dan mengampuninya, gambar mengenai before: orang gila di kuburan yang sendiri, tak ada seorangpun berani mendekatinya, yang kemudian after: menjadi missionaris pertama Tuhan setelah setan di dalamnya diusir ke babi-babi, dan masih banyak gambar-gambar lain yang tak kalah luar biasa.

Ada satu kisah yang luar biasa, mengenai mujizat yang dilakukan Yesus di pesta kawin di Kana. Max menampilkannya dengan sudut yang luar biasa, yaitu bahwa Tuhan pun mempedulikan apa yang menjadi perhatian sahabatNya. DIA tidak mau melihat kita malu! Luar biasa! Sayang sekali, banyak sekali kesalahan pengetikan dalam buku ini. Kesalahan yang sungguh-sungguh mengganggu. Aku jadi berpikir, Si Penerbit Andi ini bagaimana cara system kerjanya sampai hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi bisa berlaku. Semoga di terbitan selanjutnya semua kesalahan pengetikan sudah tidak ada lagi.

Yeah, sahabat-sahabat Tuhan, buku ini wajib dibaca! Supaya kita semakin diteguhkan, bahwa Tuhan tak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya. DIA masih melakukan mujizat untukku dan untukmu juga!

ALLAH MASIH MELAKUKAN MUJIZAT, Max Lucado, Penerbit Andi, Rp 36,000-harga tahun 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: